CERPEN.KU
Cinta ini begitu menyiksa, Telah
kucoba dengan segala cara menghilangkan
rasa yang bersarang di dada, namun bayangan wajahnya tetap menggoda.. Kala mata
terpejam, wajahnya muncul seolah menemani disepanjang malam... Sang surya jadi
saksinya, setiap aku melangkah bayangannya menjadi pendamping setia.
Teman biasa, pertama kali ku
kenal dia, terlihat biasa saja. Tak ada yang istimewa dari senyumannya yang
selalu menyapaku setiap bertatap muka, entah itu disekolah ataupun diluar. “Hai
Khana..!!” sapa dia saat aku lewat. Aku tak begitu mempedulikannya, terkadang aku
hanya tersenyum manis kepadanya sesaat. “Nampaknya ia sangat senang menyebut
namaku, atau ia senang mengejekku??” tanya ku dalam hati. Ku kira dia suka mengumpatku
saat aku tidak ada didepannya. Tapi sampai saat ini aku tidak tahu apakah
dugaanku itu benar atau tidak,.
Teman-temanku
merasa optimis bahwa mungkin ia menyukaiku, karena setiap kali ada yang
memanggil namaku, ia juga ikut menoleh.. awalnya aku juga merasa aneh atas
tingkahnya itu.
“Khana...!!!” teriak Ifa, Winda, dan Ratna memanggilku.
Aku menyahut namun tidak menoleh, “haaa,,,,??!!”.
“Khanaaa..!!!”, teriak mereka lagi. “Ada apa
sihh..?? ganggu orang main game aja kalian ini..!!!”, balasku dengan ekspresi
marah. Lalu Winda memanggilku lagi, “Khaannaa..!!”. “Win, sekali lagi kamu
teriak-teriak, akan kusembelih kau..!!”, ancamku pada Winda.
“Aku Cuma iseng kok,sambil memastikan, padahal
yang kupanggil itu Khana, tapi kenapa Agus yang menoleh ya???”, jawab winda
dengan suara yang keras. “Aneh-aneh saja kau, memangnya ada apa dengan anak
itu..???” tanyaku. “Entahlah, mungkin dia suka padamu,,, haha!!”, celoteh winda
sambil tertawa. Aku hanya diam dan kembali bermain game selagi jam istirahat.
Ternyata mereka belum berhenti juga, masih saja kudengar Winda dan Ratna
memanggil namaku terus menerus.. Dan rupanya memang benar, ia selalu menoleh
setiap kali teman-temanku memanggil namaku.
Setelah melihat sendiri fenomena sang Agus yang aneh ini,
kawan-kawan Agus pun ikut melontarkan lelucon seputar aku dan Agus. “Hei Gus,
ada apa kamu bro?, loe suka sama Khana ya??!” tanya Nasrudin. Tak menjawab,
Agus pun hanya tersenyum. “Semakin aneh saja anak ini”, kataku dalam hati.
Kemudian Muslimin pun tak mau ketinggalan, “Waaahhh,,, Agus bakalan jadi
menantunya bapak Manan nih,,, haha, selamat ya Gus,, semoga bahagia,,,!!”. Aku
hanya mendengarkan perkataan mereka saja tanpa ikut campur sama sekali, bagiku
itu hanya sebuah gurauan yang sedang digemari kawan-kawanku. Besok mungkin
sudah berganti lagi topiknya, mungkin tentang pasangan yang lain..
Tak kusangka kawan-kawanku bercandanya sangat
keterlaluan, sampai-sampai mereka melontarkan lelucon itu saat pelajaran sedang
berlangsung, sehingga banyak guru yang menaruh curiga pada kami berdua.
“Ohhw,, ternyata Khana sekarang pacarnya Agus??...” tanya
Bu Ida guru senibudaya. Spontan aku pun mengelak, “Bukan bu, itu cuma gurauan
temam-teman saja..”. “Ahh,, Khana bohong Bu,, memang benar mereka berdua ada
hubungan”, sahut Muslimin. Aku hanya diam, tak mempedulikan ucapan kawanku yang berbadan jakun itu . Aku hanya
ingin meyakinkan Bu Ida agar tidak salah paham. “Bukan bu,, itu Cuma
bercanda..!!”, kataku pada Bu Ida dengan nada yang halus. “Iya Khana, saya tahu
kalau itu Cuma bercandaan teman-temanmu, tapi kalau iya juga ndak papa
kokk..!!”, jawab Bu Ida dengan ekspresi lucu.. Kawan-kawanku pun tertawa karena
ekspresi guru kesayangan kami yang lucu ini, aku hanya tersenyum sambil
merasakan detak jantung yang terasa semakin kencang. Entah kenapa aku tidak
bisa tenang saat itu, bukannya aku tak suka padanya, tapi aku hanya tak enak
hati pada kawan seperjuanganku dalam mencari ilmu itu.
Sempat lelucon ini
menggangguku saat belajar disekolah. Tapi ya sudahlah, aku hanya ingin
konsentrasi pada tujuanku disini, yakni menuntut ilmu.
Dalam
menuntut ilmu, aku tak akan tanggung-tanggung. Aku memang sangat serius dalam
hal yang satu ini. Banyak teman yang menyebutku aneh atau mungkin tidak
normal.(hhee,,, enak saja..!!) karena aku tak pernah bersalaman dengan yang
namanya cinta. Cinta?? Apa sih cinta?? Entahlah, aku tak punya gambaran sama
sekali tentang hal itu. Ya, sebagai
remaja wanita yang hampir dewasa, aku memang pernah jatuh cinta, tapi yang itu
mungkin sebelum aku mengenal cinta. Hanya sekilas saja rasaku pada seorang
pemuda. Tapi kala aku sadar bahwa ada yang telah membuka pintu hatiku, aku pun
serasa tak percaya bagai mimpi aneh yang menjadi nyata.
“Aku duluan ya Khan..!!” kata Hanafi yang sedang
menyalipku.
Aku tetap pada kecepatan minimum, karena aku tak kuat
menahan dinginnya udara saat itu. Ditengah jalan, aku melihat ada seseorang
yang sedang berlari menuju ke arah alun-alun kota. “Yang satunya berlari,
kenapa yang satunya duduk asyik diatas sepeda motor??,, aneh..!!” kataku dalam
hati. Semakin dekat, ia terlihat seperti orang yang aku kenal, hanya saja
sedikit lebih menawan. Memakai seragam olahraga Madratsah yang biasa kupakai
juga. “Ini siapa ya??” tanyaku dalam hati sambil menatapnya. Ia pun menatapku
dengan pandangan yang aneh. Setali tiga uang denganku ia juga tak menyapa sama
sekali. Aku terus mengingatnya, “siapa dia, mungkinkah dia tadi Agus, tapi kenapa
dia tak menyapaku, mungkin saja bukan”, pikirku.
Yang jadi
pertanyaan aneh dalam hatiku adalah, apakah dia tadi benar Agus temanku? Lalu
kenapa wajahnya terlihat berbeda??, dan kedua, kenapa larinya terlihat sangat
gagah??, yang ketiga, kenapa dia tidak menyapaku saat itu????. Entah kenapa
sejak saat itu bayangan wajahnya selalu muncul dimataku. Beberapa hari berlalu,
namun belum bisa aku lupakan bayangan wajahnya yang tampan
itu..(wwwaaaoooowww...)
“Kenapa aku ini
slalu membayangkan wajahnya??” tanyaku pada seorang teman. Temanku bertanya
kembali, “memangnya siapa yang sedang kau pikirkan, apakah seseorang yang
bangkunya dibelakang sana??...hahahahaha”. aku masih belum bisa mengatakan yang
sejujurnya pada teman-temanku, karena aku yakin ini mungkin hanya perasaan yg
sementara saja, 2 atau3 hari pasti sudah hilang.
“Aku tidak memikirkan yang itu, memangnya apa istimewanya
dia??, ada yang lain dihatiku kawan..!!” kataku bohong pada teman-teman. Winda
menyahut, “Lho, bukannya dia yang slalu terbayang dipelupuk matamu
Khan??,ahahahah....”. “Hei, apa yang kau katakan??” aku membentak sambil
mengejarnya.
Keesokan harinya, pada saat aku baru datang pun nampak
tulisan namaku dan Agus terpampang dipapantulis kelas. Dihiasi dengan gambar
hati yang sedikit melengkung, bermaksud menggambarkan kami berdua bagai sepasang
merpati dalam sangkar. Sangkar gurauan maksudnya....
Kebetulan hari itu setelah jam istirahat ada panggilan
untuk rapat OSIS.. “Hei,, kak Khana..!! apa kabar??!?!? Kelihatannya kakak
makin lemas saja, ada apa??” tanya A’an, adik kelas yang akrab denganku sambil
menjabat tanganku. “Aku mungkin terlalu capek dhek, banyak sekali kegiatan yang
menguras tenaga..!!” jelasku. “Hei A’an, jangan sembarangan berjabat tangan
dengan Khana, nanti si Agus marah lho, dia tuh cemburuan..!!” celoteh Muslimin.
“Memangnya apa hubungannya kak Khana dengan orang itu??” tanya A’an dengan
ekspresi heran. “Ahh,, jangan hiraukan dia, itu Cuma bohong..!!” sahutku. “An,,
kalau kamu berani lancang seperti itu pada Khana, nanti Agus menghajarmu
seperti sabtu lalu....hahaha” kata Muslimin sambil tertawa.
“Memangnya kamu
dihajar karena apa??, kalau kamu dihajar, balas saja, atau laporkan pada
guru..!!” saranku. “Ohh,, jadi gini An,, nanti kalau kamu mau dihajar sama
Agus, ancam saja kalau kamu bakal ngadu ke Khana, pasti langsung nggak
jadi....haha!!” sahut Ifa, meramaikan canda tawa yang sedang terjadi di depan
ruang OSIS itu. “Hahaha,, iya kak bener tuh, boleh juga, tapi memangnya beneran
ya kak Khana pacaran sama Agus??” tanya A’an padaku. Aku menjawab, “Tentu saja
tidak dek,, itu hanya bercandanya teman-temanku kelas XI”. Ifa pun kembali
menyahut, “Ahh,,, kalau iya juga nggak apa-apa kok Khan...haha”.
Saat kembali ke kelas, suasana canda terasa begitu aneh
bagiku.. Ada sesuatu yang bersarang dihatiku, tapi aku tak tahu apa itu. Ingin
kucoba menepisnya, tapi belum bisa.
Ingin ku jelaskan padanya. “Maaf, bukan begitu maksudku,
dari awal aku memang tidak tertarik untuk punya pacar, menurutku pacaran itu
membuang-buang waktu. Meskipun aku tidak pernah pacaran, tapi aku sudah tau
bahkan akrab dengan.nya sejak aku masih kecil, karena teman sepermainanku dulu
lebih dewasa dariku. Aku hanya ingin minta maaf bila aku punya salah padamu,
baik kesalahan yang kusengaja maupun yang tidak kusengaja, aku punya
kehidupanku sendiri, kamu pun sebaliknya, itu sudah jelas, aku sama sekali
tidak terpengaruh oleh celotehan kawan-kawan tentang kau dan aku. Jadi yang
dimaksud teman-temanku itu bukan kamu.. ngerti kan maksudku?”.
Aku memang suka
padanya, tapi tidak terlintas sama sekali, aku inginkan jadi pacarku, aku hanya ingin berhubungan baik
dengannya, hanya itu. Tapi sepertinya itu sangat sulit. Namun perjalanan
hidupku kini terasa indah, karena bayangannya pernah menghiasi mata, rinduku
padanya pernah membuatku gelisah. “Ya Allah, jika ia jodohku, jagalah ia,
hingga nanti Kau takdirkan ia untukku....amiinn” harapku dalam do’a.
Hari demi hari kulalui bersama rasa yang masih bersarang
dihati. Kutulis untaian kata bernuansa cinta dalam facebook, hingga untaian itu
menghiasi dinding profilku sampai penuh.
“ada apa Khan? Kmu
jth cnt sm agus y??”.
Kubalas, “q gk tau, tp q slalu membyangkn wjhny trz...”.
“Wahhh,,, hebaat..!!”, balas ifa.
Aku pun nyolot “, hebat
apanya...!!”.
“Hebat lah, trnyta
htimu bsa dtakhlukkan olh agus....haha”, celoteh ifa dalam sms.nya.
“tk tau lah yaam,
q hny brhrp agr rsa ini cpt hilng..” tulisku.
“rsa itu tk akn
bsa hilng yaam, bhkan akan trs brtmbh, sdhlah jlni sja, dan brhrp yg terbaik, ok??, wahh
ayaam q jth cnt sm mas agus cah,,haha,,”, ejek ifa padaku.
Tak kubalas, namun
ku hanya tersenyum melihat kalimat terakhir dari pesan singkat itu . ternyata
Ifa benar, semakin hari semakin besar saja rasaku padanya, bahkan sangat sulit
menghilangkannya. Sudah kucoba mencari pelarian, namun tak bisa, ingatanku
padanya membuat pelarianku lari semua......(haha).
For the first time, I fell in love with someone, but no
return. I just can hold on with my crush
until he know and understand. I’ve tried to forgetting him, but until now, it
doesn’t work..!! maybe I should learn from this moment, maybe love is more beautyfull when we are not
together as a romantic couple. But we are friends..
I just wanna say
to him, that I have crush on him, and I LOVE HIM..
Tapi makin lama aku makin tak kuat memandang binar2
wajahnya. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta????,hatiku bagai terombang-ambing
tak karuan saat melihat wajahnya, meskipun sekilas.
Kucoba memalingkan pandangan, namun mata ini tak bisa
berdusta. Indra ini slalu menyelusuri sosok.nya yang misterius, dan sekilas
penuh pesona.
Lama kumemendam rasa, akhirnya ku mulai bosan, lebih baik kulupakan saja, toh dia.nya juga belum tentu menginginkan aku juga,. Buat apa menanti layangan yang sudah putus dari benangnya.?. biarlah layangan itu mendarat di tempat yang ia suka. Biarlah aku menjalani hidup yang telah diwarnai oleh indah,nya jatuh cinta..
lagipula mungkin masih ada cinta yang akan menghampiriku
untuk yang kedua kalinya, dan semoga saja ini tidak merubahku menjadi aneh2,
dan aku hanya ingin berhubungan baik dengan siapa saja. Tak peduli apa yang
telah kita alami, aku ingin kehidupn kita seperti normal yang dulu, bukan
abnormal seperti sekarang..!!
maafkan aku, aku tak bisa terlalu lama berperasaan
seperti ini padamu, mungkin jika kamu nantinya ingin bersamaku, mungkin kita
harus memulai dari awal lagi. Dan bila aku khilaf, semoga ini khilaf yang
pertama dan satu-satunya yang terjadi dalam hidupku. Ku tak ingin seperti ini
lagi,,, jatuh cinta membuatku mengubur rasa yang sedikit sakit,. Tapi akhirnya
karena aku bosan, rasa itu pun hilang sendiri, tanpa harus bersusah payah aku
menghapusnya dari hatiku yang paling dalam...
Pernah ku
mengharapkanmu dalam hentian nafas kala aku memandangmu, namun apa gunanya itu
semua jika kita memang tak ditakdirkan bersama.. jika kita berjodoh kelak kita akan
bertemu lagi,,, seperti kata Shah Rukh Khan dalam film,nya yang berjudul Rabne bana di jodi,, bahwa “kita adalah musafir cinta, kita akan bertemu
dijalan”....
sampai jumpa dijalan kawan..!!
sekali lagi... (AGUS SALIM) J
By: Heartbreaker
Follow me: @khana_bieber,
Find me on facebook: “khana prasbhara”,” mahnameis
khana”, or “ khana greyson chance”...hehe J


Tidak ada komentar:
Posting Komentar