Powered By Blogger

Selasa, 07 Mei 2013


                     CERPEN.KU

Cinta ini begitu menyiksa, Telah kucoba dengan segala cara  menghilangkan rasa yang bersarang di dada, namun bayangan wajahnya tetap menggoda.. Kala mata terpejam, wajahnya muncul seolah menemani disepanjang malam... Sang surya jadi saksinya, setiap aku melangkah bayangannya menjadi pendamping setia.

                Teman biasa, pertama kali ku kenal dia, terlihat biasa saja. Tak ada yang istimewa dari senyumannya yang selalu menyapaku setiap bertatap muka, entah itu disekolah ataupun diluar. “Hai Khana..!!” sapa dia saat aku lewat. Aku tak begitu mempedulikannya, terkadang aku hanya tersenyum manis kepadanya sesaat. “Nampaknya ia sangat senang menyebut namaku, atau ia senang mengejekku??” tanya ku dalam hati. Ku kira dia suka mengumpatku saat aku tidak ada didepannya. Tapi sampai saat ini aku tidak tahu apakah dugaanku itu benar atau tidak,.
Teman-temanku merasa optimis bahwa mungkin ia menyukaiku, karena setiap kali ada yang memanggil namaku, ia juga ikut menoleh.. awalnya aku juga merasa aneh atas tingkahnya itu.
“Khana...!!!” teriak Ifa, Winda, dan Ratna memanggilku. Aku menyahut namun tidak menoleh, “haaa,,,,??!!”.
 “Khanaaa..!!!”, teriak mereka lagi. “Ada apa sihh..?? ganggu orang main game aja kalian ini..!!!”, balasku dengan ekspresi marah. Lalu Winda memanggilku lagi, “Khaannaa..!!”. “Win, sekali lagi kamu teriak-teriak, akan kusembelih kau..!!”, ancamku pada Winda.
 “Aku Cuma iseng kok,sambil memastikan, padahal yang kupanggil itu Khana, tapi kenapa Agus yang menoleh ya???”, jawab winda dengan suara yang keras. “Aneh-aneh saja kau, memangnya ada apa dengan anak itu..???” tanyaku. “Entahlah, mungkin dia suka padamu,,, haha!!”, celoteh winda sambil tertawa. Aku hanya diam dan kembali bermain game selagi jam istirahat. Ternyata mereka belum berhenti juga, masih saja kudengar Winda dan Ratna memanggil namaku terus menerus.. Dan rupanya memang benar, ia selalu menoleh setiap kali teman-temanku memanggil namaku.
Setelah melihat sendiri fenomena sang Agus yang aneh ini, kawan-kawan Agus pun ikut melontarkan lelucon seputar aku dan Agus. “Hei Gus, ada apa kamu bro?, loe suka sama Khana ya??!” tanya Nasrudin. Tak menjawab, Agus pun hanya tersenyum. “Semakin aneh saja anak ini”, kataku dalam hati. Kemudian Muslimin pun tak mau ketinggalan, “Waaahhh,,, Agus bakalan jadi menantunya bapak Manan nih,,, haha, selamat ya Gus,, semoga bahagia,,,!!”. Aku hanya mendengarkan perkataan mereka saja tanpa ikut campur sama sekali, bagiku itu hanya sebuah gurauan yang sedang digemari kawan-kawanku. Besok mungkin sudah berganti lagi topiknya, mungkin tentang pasangan yang lain..
Tak kusangka kawan-kawanku bercandanya sangat keterlaluan, sampai-sampai mereka melontarkan lelucon itu saat pelajaran sedang berlangsung, sehingga banyak guru yang menaruh curiga pada kami berdua.

“Ohhw,, ternyata Khana sekarang pacarnya Agus??...” tanya Bu Ida guru senibudaya. Spontan aku pun mengelak, “Bukan bu, itu cuma gurauan temam-teman saja..”. “Ahh,, Khana bohong Bu,, memang benar mereka berdua ada hubungan”, sahut Muslimin. Aku hanya diam, tak mempedulikan ucapan  kawanku yang berbadan jakun itu . Aku hanya ingin meyakinkan Bu Ida agar tidak salah paham. “Bukan bu,, itu Cuma bercanda..!!”, kataku pada Bu Ida dengan nada yang halus. “Iya Khana, saya tahu kalau itu Cuma bercandaan teman-temanmu, tapi kalau iya juga ndak papa kokk..!!”, jawab Bu Ida dengan ekspresi lucu.. Kawan-kawanku pun tertawa karena ekspresi guru kesayangan kami yang lucu ini, aku hanya tersenyum sambil merasakan detak jantung yang terasa semakin kencang. Entah kenapa aku tidak bisa tenang saat itu, bukannya aku tak suka padanya, tapi aku hanya tak enak hati pada kawan seperjuanganku dalam mencari ilmu itu.

Sempat  lelucon ini menggangguku saat belajar disekolah. Tapi ya sudahlah, aku hanya ingin konsentrasi pada tujuanku disini, yakni menuntut ilmu.
Dalam menuntut ilmu, aku tak akan tanggung-tanggung. Aku memang sangat serius dalam hal yang satu ini. Banyak teman yang menyebutku aneh atau mungkin tidak normal.(hhee,,, enak saja..!!) karena aku tak pernah bersalaman dengan yang namanya cinta. Cinta?? Apa sih cinta?? Entahlah, aku tak punya gambaran sama sekali tentang hal itu. Ya, sebagai remaja wanita yang hampir dewasa, aku memang pernah jatuh cinta, tapi yang itu mungkin sebelum aku mengenal cinta. Hanya sekilas saja rasaku pada seorang pemuda. Tapi kala aku sadar bahwa ada yang telah membuka pintu hatiku, aku pun serasa tak percaya bagai mimpi aneh yang menjadi nyata.
Saat itu aku pulang dari kegiatanku di SAKA BHAYANGKARA, aku merasakan hal yang aneh. “Komandan, saya kedinginan Ndan, saya mau pamit pulang dulu ya Ndan”, pamitku pada Komandan SAKA BHAYANGKARA POLRES LAMONGAN. “iya, hati-hati ya dijalan”, balas Komandan. Aku pun segera pulang bersama temanku Hanafi, saat itu masih pagi sekali, sekitar pukul 5 pagi, udaranya pun sangat dingin. Aku mengenakan jaket yang hanya kuikatkan ke leherku, dan membawa tas ransel. Dengan kaki telanjang, aku mulai mengendarai sepedamotorku. Dengan sangat pelan aku lewati belokan demi belokan, sambil menikmati udara segar dipagi hari di kota Lamongan tercinta ini.
“Aku duluan ya Khan..!!” kata Hanafi yang sedang menyalipku.
Aku tetap pada kecepatan minimum, karena aku tak kuat menahan dinginnya udara saat itu. Ditengah jalan, aku melihat ada seseorang yang sedang berlari menuju ke arah alun-alun kota. “Yang satunya berlari, kenapa yang satunya duduk asyik diatas sepeda motor??,, aneh..!!” kataku dalam hati. Semakin dekat, ia terlihat seperti orang yang aku kenal, hanya saja sedikit lebih menawan. Memakai seragam olahraga Madratsah yang biasa kupakai juga. “Ini siapa ya??” tanyaku dalam hati sambil menatapnya. Ia pun menatapku dengan pandangan yang aneh. Setali tiga uang denganku ia juga tak menyapa sama sekali. Aku terus mengingatnya, “siapa dia, mungkinkah dia tadi Agus, tapi kenapa dia tak menyapaku, mungkin saja bukan”, pikirku.
Yang  jadi pertanyaan aneh dalam hatiku adalah, apakah dia tadi benar Agus temanku? Lalu kenapa wajahnya terlihat berbeda??, dan kedua, kenapa larinya terlihat sangat gagah??, yang ketiga, kenapa dia tidak menyapaku saat itu????. Entah kenapa sejak saat itu bayangan wajahnya selalu muncul dimataku. Beberapa hari berlalu, namun belum bisa aku lupakan bayangan wajahnya yang tampan itu..(wwwaaaoooowww...)
 “Kenapa aku ini slalu membayangkan wajahnya??” tanyaku pada seorang teman. Temanku bertanya kembali, “memangnya siapa yang sedang kau pikirkan, apakah seseorang yang bangkunya dibelakang sana??...hahahahaha”. aku masih belum bisa mengatakan yang sejujurnya pada teman-temanku, karena aku yakin ini mungkin hanya perasaan yg sementara saja, 2 atau3 hari pasti sudah hilang.
“Aku tidak memikirkan yang itu, memangnya apa istimewanya dia??, ada yang lain dihatiku kawan..!!” kataku bohong pada teman-teman. Winda menyahut, “Lho, bukannya dia yang slalu terbayang dipelupuk matamu Khan??,ahahahah....”. “Hei, apa yang kau katakan??” aku membentak sambil mengejarnya.

Keesokan harinya, pada saat aku baru datang pun nampak tulisan namaku dan Agus terpampang dipapantulis kelas. Dihiasi dengan gambar hati yang sedikit melengkung, bermaksud menggambarkan kami berdua bagai sepasang merpati dalam sangkar. Sangkar gurauan maksudnya....

Kebetulan hari itu setelah jam istirahat ada panggilan untuk rapat OSIS.. “Hei,, kak Khana..!! apa kabar??!?!? Kelihatannya kakak makin lemas saja, ada apa??” tanya A’an, adik kelas yang akrab denganku sambil menjabat tanganku. “Aku mungkin terlalu capek dhek, banyak sekali kegiatan yang menguras tenaga..!!” jelasku. “Hei A’an, jangan sembarangan berjabat tangan dengan Khana, nanti si Agus marah lho, dia tuh cemburuan..!!” celoteh Muslimin. “Memangnya apa hubungannya kak Khana dengan orang itu??” tanya A’an dengan ekspresi heran. “Ahh,, jangan hiraukan dia, itu Cuma bohong..!!” sahutku. “An,, kalau kamu berani lancang seperti itu pada Khana, nanti Agus menghajarmu seperti sabtu lalu....hahaha” kata Muslimin sambil tertawa.

 “Memangnya kamu dihajar karena apa??, kalau kamu dihajar, balas saja, atau laporkan pada guru..!!” saranku. “Ohh,, jadi gini An,, nanti kalau kamu mau dihajar sama Agus, ancam saja kalau kamu bakal ngadu ke Khana, pasti langsung nggak jadi....haha!!” sahut Ifa, meramaikan canda tawa yang sedang terjadi di depan ruang OSIS itu. “Hahaha,, iya kak bener tuh, boleh juga, tapi memangnya beneran ya kak Khana pacaran sama Agus??” tanya A’an padaku. Aku menjawab, “Tentu saja tidak dek,, itu hanya bercandanya teman-temanku kelas XI”. Ifa pun kembali menyahut, “Ahh,,, kalau iya juga nggak apa-apa kok Khan...haha”.

Saat kembali ke kelas, suasana canda terasa begitu aneh bagiku.. Ada sesuatu yang bersarang dihatiku, tapi aku tak tahu apa itu. Ingin kucoba menepisnya, tapi belum bisa.

Ingin ku jelaskan padanya. “Maaf, bukan begitu maksudku, dari awal aku memang tidak tertarik untuk punya pacar, menurutku pacaran itu membuang-buang waktu. Meskipun aku tidak pernah pacaran, tapi aku sudah tau bahkan akrab dengan.nya sejak aku masih kecil, karena teman sepermainanku dulu lebih dewasa dariku. Aku hanya ingin minta maaf bila aku punya salah padamu, baik kesalahan yang kusengaja maupun yang tidak kusengaja, aku punya kehidupanku sendiri, kamu pun sebaliknya, itu sudah jelas, aku sama sekali tidak terpengaruh oleh celotehan kawan-kawan tentang kau dan aku. Jadi yang dimaksud teman-temanku itu bukan kamu.. ngerti kan maksudku?”.

 Aku memang suka padanya, tapi tidak terlintas sama sekali, aku inginkan  jadi pacarku, aku hanya ingin berhubungan baik dengannya, hanya itu. Tapi sepertinya itu sangat sulit. Namun perjalanan hidupku kini terasa indah, karena bayangannya pernah menghiasi mata, rinduku padanya pernah membuatku gelisah. “Ya Allah, jika ia jodohku, jagalah ia, hingga nanti Kau takdirkan ia untukku....amiinn” harapku dalam do’a. 

Hari demi hari kulalui bersama rasa yang masih bersarang dihati. Kutulis untaian kata bernuansa cinta dalam facebook, hingga untaian itu menghiasi dinding profilku sampai penuh.

Nampaknya teman-temanku merasakan curiga atas uraian status yang kutulis di facebookku.. lalu tiba-tiba ada pesan singkat dari ifa masuk kenomor hp.ku,
 “ada apa Khan? Kmu jth cnt  sm agus y??”.
Kubalas, “q gk tau, tp q slalu membyangkn wjhny trz...”.
“Wahhh,,, hebaat..!!”, balas ifa.
 Aku pun nyolot “, hebat apanya...!!”.
 “Hebat lah, trnyta htimu bsa dtakhlukkan olh agus....haha”, celoteh ifa dalam sms.nya.
 “tk tau lah yaam, q hny brhrp agr rsa ini cpt hilng..” tulisku.
 “rsa itu tk akn bsa hilng yaam, bhkan akan trs brtmbh, sdhlah  jlni sja, dan brhrp yg terbaik, ok??, wahh ayaam q jth cnt sm mas agus cah,,haha,,”, ejek ifa padaku.
 Tak kubalas, namun ku hanya tersenyum melihat kalimat terakhir dari pesan singkat itu . ternyata Ifa benar, semakin hari semakin besar saja rasaku padanya, bahkan sangat sulit menghilangkannya. Sudah kucoba mencari pelarian, namun tak bisa, ingatanku padanya membuat pelarianku lari semua......(haha).
For the first time, I fell in love with someone, but no return. I just can hold on  with my crush until he know and understand. I’ve tried to forgetting him, but until now, it doesn’t work..!! maybe I should learn from this moment, maybe  love is more beautyfull when we are not together as a romantic couple. But we are friends..
 I just wanna say to him, that I have crush on him, and I LOVE HIM.. (Agus salim)

Tapi makin lama aku makin tak kuat memandang binar2 wajahnya. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta????,hatiku bagai terombang-ambing tak karuan saat melihat wajahnya, meskipun sekilas.

Kucoba memalingkan pandangan, namun mata ini tak bisa berdusta. Indra ini slalu menyelusuri sosok.nya yang misterius, dan sekilas penuh pesona.
 Lama kumemendam rasa, akhirnya ku mulai bosan, lebih baik kulupakan saja, toh dia.nya juga belum tentu menginginkan aku juga,. Buat apa menanti layangan yang sudah putus dari benangnya.?. biarlah layangan  itu mendarat di tempat yang ia suka. Biarlah aku menjalani hidup yang telah diwarnai oleh indah,nya jatuh cinta..
lagipula mungkin masih ada cinta yang akan menghampiriku untuk yang kedua kalinya, dan semoga saja ini tidak merubahku menjadi aneh2, dan aku hanya ingin berhubungan baik dengan siapa saja. Tak peduli apa yang telah kita alami, aku ingin kehidupn kita seperti normal yang dulu, bukan abnormal seperti sekarang..!!
maafkan aku, aku tak bisa terlalu lama berperasaan seperti ini padamu, mungkin jika kamu nantinya ingin bersamaku, mungkin kita harus memulai dari awal lagi. Dan bila aku khilaf, semoga ini khilaf yang pertama dan satu-satunya yang terjadi dalam hidupku. Ku tak ingin seperti ini lagi,,, jatuh cinta membuatku mengubur rasa yang sedikit sakit,. Tapi akhirnya karena aku bosan, rasa itu pun hilang sendiri, tanpa harus bersusah payah aku menghapusnya dari hatiku yang paling dalam...

Pernah ku mengharapkanmu dalam hentian nafas kala aku memandangmu, namun apa gunanya itu semua jika kita memang tak ditakdirkan bersama.. jika kita berjodoh kelak kita akan bertemu lagi,,, seperti kata Shah Rukh Khan dalam film,nya yang berjudul Rabne bana di jodi,, bahwa “kita adalah musafir cinta, kita akan bertemu dijalan”....

sampai jumpa dijalan kawan..!!
sekali lagi... (AGUS SALIM)  J

By: Heartbreaker
Follow me: @khana_bieber,
Find me on facebook: “khana prasbhara”,” mahnameis khana”, or “ khana greyson chance”...hehe J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar